Rabu, 08 Februari 2012
Pemasukan Zakat
Dari : 1 Februari 2012 s.d. 04 November 2011 10:33:14 WIB

Zakat Profesi: Rp.24.779.139,-
Zakat Maal: Rp.2.835.000,-
Infak/Shodaqoh: Rp.4.418.500,-
Total: Rp.32.032.639,-
Terbilang : [ tiga puluh dua juta tiga puluh dua ribu enam ratus tiga puluh sembilan Rupiah ]
Rekening Zakat & Infak
Rekening Zakat
Bank BCA - 0953047745
Bank BNI - 0003902085
Bank MEGA Syariah - 1000015708
Bank Syariah Mandiri - 160042156
BNI Syariah - 0092992213
a.n. BAZ Kota Bogor
Rekening Infaq
Bank BCA - 0953047753
Bank BNI - 0003902096
Bank MEGA Syariah - 1000015690
Bank Syariah Mandiri - 160042160
BNI Syariah - 0092992950
a.n. BAZ Kota Bogor
Rekening Kemanusiaan
Bank BCA - 0953047761
a.n. BAZ Kota Bogor
Laporan Keuangan
Report belum tersedia
Berita
Artikel
, 11 November 2010 13:58:17 WIB
Deni Lubis, MA

Ketika Ibnu Taimiyah menerangkan tentang maiyatullah (kebersamaan Allah), beliau menganalogikan sepeti bulan atau matahari yang hanya satu tetapi dapat bersama dengan

Kamis, 27 Mei 2010 09:44:08 WIB

Lagu ‘Jangan Menyerah’ yang dipopulerkan D’Massive terasa mendapatkan personifikasi yang begitu gamlang dari sosok Hasan, seorang pria pengrajin tas. Pria kelahiran Bogor , 01 Oktober 1976 ini memang memiliki keterbatasan fisik. Karena Hasan tidak lagi memiliki ke dua tangan yang utuh. Sebuah kecelakaan kerja di tempat kerjanya dulu menjadi penyebab utamanya.

Tetapi, kecelakaan kerja itu tidak lantas mengubur semnagat hidupnya. Justru sebaliknya, pria yang tinggal di Kampung Pasir Rt 02/07 Kelurahan Katulampa ini memiliki daya juang yang luar biasa. Bahkan kemudian, ia mampu memulai usaha sendiri dengan memproduksi berbagai macam tas. Saat ini, tas-tas produksinya telah banyak dipasarkan dengan menjual langsung ke kantor kantor atau melalui toko toko tas yang ada disekitar Bogor.

Tidak hanya soal daya juang. Hasan juga merupakan sosok yang memiliki kepedulian yang besar. Ia yang kemudian mengajak, melatih, dam mempekerjakan 8 rekannya yang memiliki keterbatasan fisik seperti tuna rungu tuna daksa, untuk turut bekerja. “Saya ingin mengangkat nasib mereka agar di tengah kekurangannya tetap mampu berpenghasilan. Ya, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, sehingga tidak memebebani orang lain,” ujarnya penuh ketulusan.

Toh, tidak semuanya berjalan dengan lancar. Menurut pengakuan Hasan, salah satu kendala utama dalam menjalan usahanya adalah dukungan permodalan dan pemasaran. Beruntung, suatu waktu ia bersilaturahim ke BAZ Kota Bogor sambil membawa contoh produk tasnya. BAZ Kota Bogor melalui program Dana Berkah pun akhirnya berketetapan hati untuk membantu usaha Hasan.

Bantuan modal usaha yang digulirkan BAZ Kota Bogor, kata Hasan, dipergunakannya untuk membantu keperluan pembelian bahan baku. Koordinator Dana Berkah, Dudin, mengaku guliran dana yang diberikan BAZ Kota Bogor belum mamapu memenuhi semua kebutuhan usaha Hasan. “Masih banyak yang belum terpenuhi, seperti kebutuhan tempat produksi yang layak. Selama ini, Kang Hasan dan teman-temannya memproduksi tas di rumah dengan memanfaatkan ruang tamu dan serambi,” cerita Dudin.

Bagi Hasan, guliran dana dari BAZ Kota Bogor cukup membantu kelancaran usahanya. Tetapi di sisim lain, ia juga berharap,“Kalau ada yang mau bantu mah saya ingin punya tempat produksi yang agak luas dan menambah satu mesin.“ (Dua/berkah/ARW)


Berita tidak tersedia
Komentar Terbaru Masih Kosong (0)
Mitra BAZ Kota Bogor